Kamis, 09 Februari 2012

Memahami Isi puisi melalui Mimik,Irama,volume suara,Kinesika


  1. Membaca in dah puisi de ngan meng gu nakan ira ma, volume suara, mimik, kinestik se suai denga isi puisi.

Setiap orang pasti pernah membaca. Membaca berita, membaca buku cerita, membaca buku komik, membaca buku pelajaran, atau membaca puisi. Membaca puisi tidak sama dengan membaca tulisan biasa. Ketika membaca puisi, sebaiknya kamu pahami isi puisi dengan baik. Hal tersebut penting agar cara membaca kamu benar. Maksudnya, cara membaca kamu sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan oleh penulis puisi . Jika kamu langsung membaca puisi tanpa memahami isinya terlebih dahulu, kamu mungkin bisa salah membacanya. Sebagai contoh, puisi yang bertema kesedihan kamu baca dengan gembira atau puisi tentang kemarahan kamu baca sambil tertawa-tawa. Pasti akan terdengar aneh bukan? Oleh karena itu, memahami puisi sebelum membacanya tidak boleh kamu lupakan.
Keindahan puisi selain terletak pada syair-syairnya juga terletak dari cara membacanya. Puisi dengan kata-kata yang indah tidak akan terlihat indah jika dibaca secara asal. Puisi yang kata-katanya terkesan biasa saja, akan terdengar sangat indah
apabila orang yang membaca puisi itu bisa membaca dan mendeklamasikannya. Lalu, bagaimana cara membaca puisi yang baik? Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika kamu membaca puisi, antara lain:
  1. pahami isinya dan bacakan sesuai tema puisi tersebut,
  2. lafalkan tiap kata dengan jelas,
  3. berikan penekanan pada kata-kata tertentu (intonasi),
  4. apabila membawa naskah atau teks, pandangan mata jangan hanya tertuju pada naskah, usahakan pandangan mata tertuju ke depan atau melihat pendengar,
  5. jangan terlihat gemetar dan gugup,
  6. apabila diperlukan, gunakanlah gaya tetapi jangan berlebihan,
  7. jangan tergesa-gesa saat membaca, berikan jeda pada tiap baris,
  8. bacalah puisi tersebut dengan penuh perasaan, bayangkan bahwa kamu benar-benar mengalami kisah yang diceritakan puisi tersebut,
  9. jangan monoton, maksudnya jangan membacanya dengan suara keras terus, sesekali bacalah dengan suara lembut.
Apakah kamu juga suka membaca puisi? Puisi apa yang sering kamu baca? Sekarang waktunya kamu membaca puisi. Pilihlah satu dari puisi-puisi berikut ini dan bacakan dengan indah di depan kelas. Apabila kamu merasa kesulitan, minta tolonglah kepada kakak atau gurumu untuk membantumu! Buatlah teman-temanmu terpukau dengan penampilanmu!
Saat sepi datang
Merasuk menjelma menghampiri
Relung kalbuku bergetar
Menyeret anganku mengembara
Tertegun terpaku
Ku tersudut dalam kegelisahan rasa
Gelapnya nurani angkuh menyapa
Membelai sunyi sepi sendiriku
Sakiti raga memenjara jiwa
Pabila ego dipaksakan
Keangkuhan diri dipertahankan
Prasangka 'kan hadir membayangi
Mencabik koyakkan rasa hati
Tancapkan luka di kedalaman batin
Hingga akhirnya kacaukan segalanya
Tanpa bisa temukan jawab
Ingin ku mampu
Menghapus duga prasangka
Yang datang mendera
Ingin ku mampu
Tepiskan rasa kecewa
Membalut lara jiwa
Ingin ku mampu
Mengejar mentari
Memeluk pijarnya
Namun,
Hanyalah lolongan resah
Terdengar olehku
Bebaskan aku dari jeritan panjang …..
                  Bernadeth "aya" Nasrani
                Jejak-jejak Kaki
        Margareth Fishback Powers
Suatu malam aku bermimpi
berjalan-jalan di sepanjang pantai bersama Tuhanku
melintas di langit gelap babak-babak hidupku
Pada setiap babak, aku melihat dua pasang jejak kaki
yang sepasang milikku dan yang lain milik Tuhanku
ketika babak terakhir terkilas di hadapanku,
aku menengok jejak-jejak kaki di pasir
dan betapa terkejutnya aku
Kulihat bahwa acapkali di sepanjang hidupku
hanya ada sepasang jejak kaki
aku sadar bahwa ini terjadi justru saat hidupku
berada dalam keadaan yang paling menyedihkan
Hal ini selalu menggangguku,
dan aku pun bertanya kepada Tuhan tentang dilemaku ini
"Tuhan, ketika aku mengambil keputusan untuk mengikuti-Mu
Engkau berjanji akan selalu berjalan
dan bercakap-cakap denganku di sepanjang jalan hidupku
namun ternyata dalam masa yang paling sulit dalam hidupku
hanya ada sepasang jejak kaki
aku benar-benar tidak mengerti
mengapa ketika aku sangat memerlukan-Mu
Engkau meninggalkan aku
Ia menjawab dengan lembut, "Anak-Ku, Aku sangat mengasihimu
dan sekali-kali Aku tidak akan pernah membiarkanmu
terutama sekali ketika percobaan dan ujian datang
bila engkau melihat hanya ada sepasang jejak kaki
itu karena engkau berada dalam gendongan-Ku"
              Nyanyian Mentari
sebelum sampai pada hari
layarkan perahumu
bumi akan begitu gaduh
rindumu tak kan jemu
kudekap siang kesumatku
laut akan dalam menyimpannya
sebelum ada sampai tenggelam
simpan badai waktuku
sunyi langit menapasiku
ilalang terbayang di ladang-ladang
        2005, A. Setiawan (Yang Paling Manis itu Kata)
       Badai Pasti Berlalu
Ada badai dalam relung jiwa
angin ribut pun nyatakan kuasanya
memporak-porakkan taman hatiku
Tersentak …
Terluka …
Sekarat …
Sakit …
Terlalu sakit …
Kesenyapan meliputi semestaku
pudarlah sudah gairah hidupku
hanya alam jadi teman sepiku
hanya alam pahami rasaku
Berontak- menjerit - aku berteriak
tanpa suara ….
kebisuan ini semakin menderaku
sanggupkah aku terus bertahan?
rintihku pada sang alam
Sayup terdengar
lembut sang alam bersuara
menggetarkan asa di tengah kegalauanku
berikan napas kesejukan pada sudut kalbuku
ku yakin …
sedahsyat apa pun tamanku tergoncang
badai pasti berlalu
                    Bernadeth "aya" Nasrani

Manfaat Membaca Puisi Indah


Puisi ( dari bahasa Yunani kuno: ( poiéo/poió ) = I create ) adalah seni tertulis dimana bahasa  digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
contonya :
Jerawat
Bentukmu kecil tapi bulat
Meskipun kecil tapi cukup gawat
Hidupmu disembarang tempat
Tak peduli rakyat atau pejabat

Ooohh Jerawat
Gara-gara engkau aku jadi melarat
Uangku habis untuk beli obat
Tapi engkau tetap saja bertempat
Diwajah yang semakin pucat

Oooh Jerawat
Bilaku pijat rasanya pekat
Bilaku biarkan engkau malah merambat
Jerawat cepatlah minggat
Agar wajahku semakin memikat
Banyak keuntungan yang dapat kita rasakan dikala membaca puisi misalnya kita bisa memahami isi hati seseorang lewat puisi yang dia buat,kita juga dapat menyentuh persaan seseorang lewat puisi yang kita ciptakan. kita juga bisa mengapresiasikan semua yang ingin kita sampaikan kepada semua orang lewat puisi, karna puisi mempunyai banyak makna juga arti. Seperti puisi diatas mempunyai makna menghibur.

Persiapan Dalam Membaca Puisi


Proses Membaca Puisi Yang Baik

Menandakan kata-kata yang sulit & Mengartikan kata-kata sulit
-Nurani =terang bercahaya
-Budi =bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasaan
-Koreksi=periksa
-Murka =marah

Parafrase
Parafrase dari puisi yang saya baca yang berjudul jadi apa lagi ciptaan mustofa bisri adalah:
Tidak ada yang bisa kita lakukan,jika mata kita yang dapat melihat sengaja dipejamkan,telinga yang dapat mendengar sengaja ditulikan,nurani mati rasa,kita tidak bisa berbuat apa-apa bila kepentingan lepas dari kendali ,hak lepas dari sebuah kewajiban,berperilaku tanpa rasa malu,pergaulan lepas dari persaudaraan,akal lepas dari budi,kita tidak bisa melakukan apa-apa bila kata tak mempunyai arti,kehidupan kehilangan sukma,manusia kehilangan kemanusiaannya, agama kehilangan tuhannya,jika semua itu bukan kemurkaan mu terhadap kita,kita tak peduli.

Menerjemahkan Puisi

Puisi ini berarti kita tak akan bisa melakukan apa-apa bila semua yang kita punya tidak kita manfaatkan seperti mata yang digunakan untuk melihat kita pejamkan dan kita pun tak bisa melihat.

Pesan Pengarang

Pesan pengarang dari puisi di atas adalah kita harus bersyukur dengan sesuatu yang kita miliki jangan sampai membuat Allah murka karena sesuatu yang kita punya tidak digunakan dengan baik

Tentang Puisi

Puisi adalah rangkaian atau susunan kata yg indah, bermakna, dan memiliki aturan serta unsur-unsur bunyi.

Bagaimana menciptakan sebuah puisi yg indah?

Menulis puisi biasanya dijadikan media untuk mencurahkan perasaan, pikiran, pengalaman, dan kesan terhadap suatu masalah, kejadian, dan kenyataan di sekitar kita.
Nah langkah-langkah penciptaan puisi itu sendiri terdiri atas empat tahap penting, yaitu :
  1. PENCARIAN IDE, dilakukan dengan mengumpulkan atau menggali informasi melalui membaca, melihat, dan merasakan terhadap kejadian/peristiwa dan pengalaman pribadi, sosial masyarakat, ataupun universal (kemanusiaan dan ketuhanan).
  2. PERENUNGAN, yakni memilih atau menyaring informasi (masalah, tema, ide, gagasan) yg menarik dari tema yg didapat. Kemudian memikirkan, merenungkan, dan menafsirkan sesuai dengan konteks, tujuan, dan pengetahuan yg dimiliki.
  3. PENULISAN, merupakan proses yg paling genting dan rumit. Penulisan ini mengerahkan energi kreatifitas (kemampuan daya cipta), intuisi, dan imajinasi (peka rasa dan cerdas membayangkan), serta pengalaman dan pengetahuan. Untuk itulah, tahap penulisan hendaknya mencari dan menemukan kata ataupun kalimat yg tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan. Hasilnya kata-kata tersebut menjadi bermakna, terbentuk, tersusun, dan terbaca sebagai puisi.
  4. PERBAIKAN atau REVISI, yaitu pembacaan ulang terhadap puisi yg telah diciptakan. Ketelitian dan kejelian untuk mengoreksi rangkaian kata, kalimat, baris, bait, sangat dibutuhkan. Kemudian, mengubah, mengganti, atau menyusun kembali setiap kata atau kalimat yg tidak atau kurang tepat. Oleh karena itu, proses revisi atau perbaikan ini terkadang memakan waktu yg cukup lama hingga puisi tersebut telah dianggap ''menjadi'' tidak lagi dapat diubah atau diperbaiki lagi oleh penulisnya.
Baiklah... sekarang akan saya jelaskan satu persatu secara rinci.
Dalam menulis puisi, yg pertama-tama dilakukan adalah menentukan tema. Tema adalah pokok persoalan yg akan dikemukakan dalam puisi tersebut.
Nah... jika sudah menemukan dan menentukan tema yg akan ditulis menjadi puisi, kita perlu mengembangkan tema itu.

Hal-hal apa yg akan dikemukakan dalan puisi?

Hal-hal yg akan dikemukakan dalam puisi itu dapat dicari melalui pemikiran atau pengamatan. Secara mudah, misalnya kita akan menulis puisi yg berhubungan dengan kehidupan seorang sahabat yg sedang patah semangat karena menderita suatu penyakit.
Setelah menentukan masalah tema tersebut kita akan melakukan pengamatan di lapangan tentang kehidupan sang obyek. Dan dari hasil pengamatan itulah kemudian dipilih lalu ditentukan mana-mana yg akan diungkapkan dalam puisi.

Dalam mengungkapkan kata-kata ke bentuk puisi diperlukan pemilihan kata-kata yg tepat, bukan hanya tepat maknanya melainkan juga harus tepat bunyi-bunyinya. Penyusunan kata-kata itu harus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetis (indah). Selain itu, pendaya-gunaan majas dan personifikasi harus diperhatikan agar puisi yg dibuat semakin bagus.
Menulis puisi sangat bertolak-belakang dengan menulis artikel. Kalo dalam penulisan artikel, kita di tuntut untuk menggunakan kata yg tegas dan tidak berbelit-belit, maka dalam penulisan puisi adalah justru sebaliknya. Kita dituntut untuk pandai meng-improvisasikan sebuah keadaan menjadi rangkaian kata-kata yg enak dibaca dan penuh dengan makna tersembunyi.

Saya kasih contoh misalnya keadaannya seperti ini :

ketika saya duduk-duduk di taman, saya melihat seekor kucing sedang makan tikus dengan sangat rakus, sehingga menimbulkan bunyi kriuk-kriuk yg begitu menjijikkan.

Maka kalo keadaan itu diterjemahkan ke dalam satu bentuk puisi akan menjadi seperti ini :

lihatlah...
kucing jantan sedang asyik mencumbu kepala tikus...


Penjelasan :
- mengapa kita harus memilih kata lihatlah... bukan ku lihat...?
Dalam konteks ini tujuan kita adalah mencoba mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yg sedang kita rasakan. Lha kalo kita memilih kata ku lihat... maka berarti kalimat tersebut hanya ditujukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk pembacanya.
- mengapa kita harus memilih kucing jantan bukan kucing betina atau kucingsaja?
Tujuannya disini adalah sebagai penegasan untuk memperkuat makna, sebab kata jantan itu sendiri sudah memiliki makna kuat, garang, ganas dsb. Kalo kita hanya memakai kata kucing saja, kalimat tersebut akan menjadi kurang tegas, terlebih kalo kita memilih kata kucing betina. Itu justru akan membuat lemah makna yg terkandung.
- lalu mengapa kita harus memilih kata mencumbu bukan memakan?
Tujuannya adalah untuk memperluas makna, kalo kita pilih memakanpaling pembaca mikirnya gini, halah cuma gitu doang, memasukkan makanan ke dalam mulut. Akan sangat jauh berbeda dengan ketika kita memilih kata mencumbu. Pembaca akan mendapatkan banyak imajinasi dari pemakaian kata mencumbu disini. Bisa diartikan memeluk, menciumi, menjilati, melumat dsb.
- sedangkan kata kepala tikus, disini berfungsi untuk memfokuskan perhatian. Kalo kita memilih kata perut tikus, maka perhatian pembaca akan melebar kemana-mana, karena di dalam perut yg begitu empuk terdapat isi yg tentu saja itu ikut termakan dan dipilah-pilah lagi oleh si kucing. Sangat berbeda ketika kita memilih kata kepala tikus. Kepala tikus mengandung makna bahwa tikus yg dimakan itu hanya satu. Selain itu, kata tersebut akan membuat pembaca berimajinasi begini, betapa gemeretaknya ketika gigi-gigi kucing itu sedang beradu dengan tempurung kepala tikus yg begitu keras. Pastilah liur si kucing sampai berceceran dan tentu saja itu sangat sangat menjijikkan.
Dan dari imajinasi pembaca tersebut kita akan sangat mudah dalam memilih kalimat selanjutnya, satu contoh kelanjutannya adalah seperti ini :

lihatlah...
kucing jantan sedang asyik mencumbu kepala tikus...
liurnyapun menetes menimpa rumput lalu membusuk...
hangus..!
dan seiring taring kucing runcing gemerincing...
dst....


Nah... teman-teman sekalian demikianlah kiranya sedikit penjelasan tentang puisi dan cara-cara penulisannya dari saya.
Untuk melihat contoh puisi yg telah saya buat, silakan dibaca dan dimaknai postingan saya yg ini Sahabat, Andai Aku Adalah Engkau.

Oke kalo gitu saya pamit sekarang semoga ini semua bisa bermanfaat, sampai jumpa di postingan saya berikutnya.